Ayam kampung merupakan komoditi yang mempunyai prospek cerah dalam perdagangan pasar, permintaan konsumen yang terus meningkat menyebabkan usaha ayam kampung kian banyak digeluti. Naman, pola pemeliharaan yang kurang tepat berimbas pada ketidaksesuaian antara biaya pemeliharaan dengan harga jual, sebagian besar usaha peternakan ayam kampung dilakukan dengan cara tradisional, sehingga proses pemeliharaan membutuhkan waktu yang lama.
Bayangkan saja..... dengan pola pemeliharaan yang benar dalam waktu singkat ayam dapat di panen sesuai dengan standar yang diinginkan konsumen.
Berikut ini adalah pola pemeliharaan yang terapkan pada peternakan kami :
1. Umur 0-1 minggu
Setelah menetas anak ayam di letakan di kandang box berukuran 1x1 m untuk 50 ekor ayam yang telah dilengkapi dengan alas kandang (tekstur kasar agar kaki anak ayam tidak licin) lampu sebagai penghangat, tempat pakan, dan air minum. Pakan yang digunakan adalah pakan starter.
catatan : pakan sebaiknya dihaluskan, air minum ditambahkan larutan gula aren (ayam lebih kuat), suhu kandang 30 s/d 33 derajat c, kandang dibersihkan tiap hari, pada umur 4 hari lakukan vaksinasi.
2. Umur 2 minggu
Umur 2 minggu ayam di pindahkan ke kandang box yang berukuran lebih lebar yaitu 1,5 x 1,5 m, dimana kandang mempunyai ventilasi atau jendala pada bagian depan, suhu kandang 29 s/d 31 derajat c, pakan tidak perlu lagi dihaluskan. Campurkan vitamin dalam air minum
3. Umur 3 Minggu
Umur 3 minggu kandang yang digunakan berukuran 2 x 2 m, karena sebagian bulu telah menutupi sebagian tubuh, sehingga pemanas tidak lagi diperlukan, namun lampu harus tetap dinyalakan agar anak ayam dapat makan sepanjang hari.
Pakan yang diberikan adalah pakan Starter tanpa dicampur
Kayaknya segitu aja dulu... ntar disambung lagi.....
Maaf kalo ada yang salah .....
SALAM SUKSES SELALU


No comments:
Post a Comment